Kamis, 20 Mei 2010

handsout

OBAT – OBAT BATUK

Batuk :
suatu mekanisme fisiologi yang bermanfaat untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernafasan dari dahak, zat – zat perangsang asing dan unsur infeksi


Jenis batuk dan Pengobatannya :
A. Batuk Produktif : mengeluarkan zat – zat asing (kuman/debu dll) dan dahak dari batang tenggorokan

Obat – obat yang digunakan berdasarkan kerjanya :
Emolliensia : memperlicin tenggorokan agar tidak kering, melunakkan selaput lendir agar tidak teriritasi
cth : Thymi (OB Herbal), akar manis (NOB)

Ekspektoransia : memperbanyak produksi dahak, mengurangi kekentalannya, sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk
cth : guaiakol (Bronchophyllin), ammonium klorida
(OBH Combi Plus)

Mukolitika : mempermudah pengeluaran dahak
cth : asetilsistein (Fluimucyl), bromheksin (Bisolvon)

B. Batuk Non-Produktif : bersifat ‘kering’ tanpa adanya dahak

Obat – obat yang digunakan berdasarkan kerjanya :
Zat – zat pereda : menekan refleks batuk
cth : kodein (Codipront), noskapin (Mercotin)

Antihistaminika : bersifat sedatif terhadap perasaan menggelitik di tenggorokan
cth : prometazin (Phenergan), difenhidramin
(Benadryl)

Anestetika lokal : menghambat penerusan rangsangan batuk ke pusat batuk
cth : pentoksiverin














VAKSIN
Suatu produk biologik yang terbuat dari kuman, komponen kuman, atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan tubuh seseorang

Tujuan vaksinasi :
Melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu (intermediate goal)

Menurunkan prevalensi penyakit
(mengubah epidemiologi penyakit)

Eradikasi penyakit (final goal)

Polio
 Penyebab virus polio
 Menyerang semua kelompok umur
 Kelompok paling rentan < 3 th(50-70%)
 Penularan fecal - oral
 Kelumpuhan permanent < 1%

Diphteria
 Infeksi Akut
 Penyebab Coryabacterium Diphtherial
 80 % pada anak kurang < 15 th
 50% meninggal karena gagal jantung
 Penularan melalui droplet

Pertussis
 Batuk Rejan/batuk 100 hari
 Penyebab Bordetela Pertusis
 Penularan melalui droplet

Campak
 Acut & sangat menular
 Penyebab virus morbili
 Penularan droplet/kontak langsung


Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerine)
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,05 ML
Intrakutan - Lengan Atas Penyakit Kulit Berat Menahun (eksim, Furunkulosis)
TBC Demam
Indurasi,kemerahan, scar.
Pembesaran Kelenjar Regional di ketiak/leher.
Larutkan 1 ampul vaksin dgn 4 ml pelarut. Gunakan sebelum lewat 3 jam
Vaksin DT
Diberikan pada bayi yang sensitif terhadap komponen pertusis pada vaksin DPT
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml
Subkutan dalam
Atau IM 2 bln Lengan Atas (anak < 8 thn)

Paha (bayi) Gejala Berat karena Dosis Pertama DT. Kemerahan.
Lemas.
Demam
Kocok sebelum digunakan. Gunakan sebelum lewat 4 minggu


Vaksin TT
Diberikan pada Wanita Usia Subur (WUS)/ ibu hamil
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml Subkutan dalam IM 2 kl interv 1 bln Lengan atas Hipersensitif pada TT Lemas dan kemerahan.
Kadang demam
Gunakan sebelum lewat 4 minggu setelah kemasan dibuka

Vaksin DPT

DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml IM 3 dosis interv 1 bln Paha Gejala keabnormalan otak/saraf.
Hipersensitif pada komponen pertusis Sementara:
Lemas, demam, kemerahan.

Berat :
- Demam Tinggi, irritabilitas, meracau (biasa terjadi setelah 24 jam diimunisasi)
Kocok sebelum digunakan. Gunakan sebelum lewat 4 minggu

Vaksin POLIO
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
2 tetes
oral 4 dosis interv 1 bln Oral Immune Deficiensy. Tidak ada.
Paralisis karena vaksin jarang terjadi (< 0,17 /1.000,000 )
Gunakan sebelum lewat 2 minggu setelah kemasan dibuka

Vaksin Hepatitis B (Program Neonatus 0-7 hari)
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml
IM 1 kl Anterolateral Paha Hipersensitif.
Penderita infeksi berat yang disertai kejang. Reaksi lokal kemerahan dan pembengkakan hilang dalam 2 hari.
Berikan sedini mungkin 0-7 hari, selanjutnya mulai 2 bulan berikan DPT-HB
Vaksin DPT -HB
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml
IM 3 kl interv 1 bln Paha Idem DPT dan HB Idem DPT dan HB
Gunakan sebelum lewat 4 minggu setelah kemasan dibuka

Vaksin Campak
DOSIS INTER
VAL LOKASI INJEKSI KONTRA INDIKASI Efek Samping
0,5 ml
subkutan 1 kl.
usia 9-11 bln

Lengan kiri atas Immune deficiency.
Leukemia, Lymphoma 15 % demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8 -12 hari setelah vaksinasi.
Larutkan 1 vial dengan 5 ml pelarut, Gunakan sebelum 6 jam


Cara Melarutkan Vaksin Dengan Aman
 Baca label pada vial / botol cairan pelarut
 Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi VVM (Vaccine Vial Monitor)
 Dinginkan cairan pelarut ke suhu 2 – 8 º C untuk mencegah perbedaan suhu yang mencolok dengan suhu vaksin
 Hisap semua cairan pelarut dengan alat suntik lalu sesuaikan volume yang diinginkan dan masukan ke dalam vial vaksin
 Buang alat suntik dan jarum yang telah dipakai untuk menghisap cairan pelarut tersebut .
 Jangan meninggalkan jarum di vial vaksin.
 Gulirkan vial diantara jari untuk mencampurkan isinya. Catat tanggal & jam vaksin dilarutkan.

Kesalahan yang umum dilakukan :
 Label vaksin sudah hilang
 Pendapat bahwa cairan pelarut vaksin yang satu dapat digunakan untuk melarutkan vaksin yang lain ( ini tetap tidak dapat dibenarkan walaupun cairan pelarut tersebut berupa garam faali atau air steril )
 Cairan pelarut untuk berbagai vaksin disimpan bersama-sama disatu tempat.













VVM (Vaccine Vial Monitor)































Vaksinasi Non Program Nasional

VAKSIN Pencegahan DOSIS Sasaran Interval (minimal)
Vaxigrip Flu 0,25 ml IM
(0,5 ml dws) Anak 6 bln – 10 th 2 kl interv 1 bln
Tritanrix HB Difteri, Tetanus, Pertusis dan HB 0,5 ml IM Bayi 2 bln 3 kl intrv 1 bln
Typhim VI Typhoid 0,5 ml SC dlm / IM Dws & anak > 2 th 1 x dosis
MMR II Campak, Gondongan & Rubella 0,5 ml SC lengan atas Anak > 15 bln
Anak < 12 bln 1 x dosis
Ulang stlh umur 15 bln
ACT-HIB Meningitis & Pneumonia 0,5 ml Anak 1 – 5 thn
Anak 6 – 12 bln
Bayi < 6 bln 1 x dosis
2 kl intrv 1 bln
3 kl intrv 1 bln






VAKSIN Pencegahan DOSIS Sasaran Interval (minimal)
HEPAVAX-GENE Hep B 0,5 ml IM Deltoid Neonatus&anak < 10 thn 3 kl interv 1 bln dan 6 bln
INFANRIX

TRIPACEL Difteri, Tetanus, Pertusis 0,5 ml IM dalam Anak 2 bln-7 th 3 kl interv 1 bln
HAVRIX Hep A 0,5 ml IM Anak 1-15 thn 2 kl interv 1 bln
PEDIAcel
Difteri, Tetanus, Pertusis,
Polio, Hib









VIRUSTATIKA

I. AIDS
A = Acquired (didapat, bukan keturunan/kutukan Tuhan)
I = Immune (sistem kekebalan tubuh)
D = Deficiency (tidak berfungsi dengan baik)
S = Syndrome (memiliki banyak gejala)

AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV

H = Human (virus yg hanya bisa menginfeksi manusia)
I = Immuno-deficiency (menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga gagal melawan infeksi)
V = Virus (virus yg dapat bereproduksi dalam tubuh manusia)

Bagaimana HIV menular?
- Melalui hubungan seks
- Melalui transfusi/transplantasi, penggunaan NAPZA suntik dan kegiatan medis dengan alat tusuk/iris tercemar HIV
- Melalui ibu ke bayinya (saat hamil/saat melahirkan/setelah melahirkan)

Media penularan HIV :
- Darah
- Cairan sperma
- ASI
- Cairan vagina

Perjalanan Penyakit
 Masa jendela
- 3 bulan setelah tertular HIV
- anti HIV negatif, tidak ada gejala
 Masa tanpa gejala
- 5 s/d 7 tahun setelah tertular HIV
- anti HIV positif, tidak ada gejala
 Masa dengan gejala
- Gejala AIDS, seperti : diare berat, sangat letih, berat badan turun, suprainfeksi (Candidiasis mulut/tenggorokan), virus (Herpes). Dapat diiringi infeksi sekunder (sept: TBC), tumor ganas
- 6 bulan s/d 2 tahun, bila tidak diobati


Manfaat Antiretroviral
 Menurunkan jumlah virus (sekitar 85%)
 Meningkatkan kekebalan tubuh (diukur dari kadar CD4>200)
 Mengurangi angka kematian dan kesakitan
 Mengurangi resiko penularan



ANTIRETOVIRAL
A. NRTI dan NNRTI
Mekanisme Kerja obat : menghambat enzim RT sehingga sintesa RNA viral dan multiplikasinya dicegah

NRTI (Nucleotide Reverse-Transcriptase Inhibitors)

Nama Obat Dosis Efek samping
Didanosin/ddl
(Videx) >60 Kg : 200mg, 2xsehari
<60 Kg : 125mg, 2xsehari Pancreatitis, peripheral neurophaty,
Nausea, diarrhea
Lamivudine/3TC
(Hiviral) 150 mg, 2xsehari
2 mg/KgBB, 2xsehari Minimal toxicity,
Lactic acidosis
Stavudine/d4T
(Stavir) >60 Kg : 40mg, 2xsehari
<60 Kg : 30mg, 2xsehari Pancreatitis, peripheral neurophaty
Zidovudine/ZDV/
AZT 300 mg, 2xsehari Anemia, pancreatitis,
Peripheral neurophaty


NNRTI (Non Nucleotide Reverse-Transcriptase Inhibitors)

Nama Obat Dosis Efek samping
Nevirapine/NVP
(Neviral) 200mg, 1xsehari selama 14hari
Diikuti dengan 200mg, 2xsehari Skin rash, hapatotoxicity
Efavirenz/EFZ 600mg, 1xsehari (dianjurkan
diminum malam hari untuk mengurangi efek samping pada CNS) Dizziness, insomnia, confusion, hallucination

B. Protease Inhibitor (PI)
mempengaruhi proses pembentukan protein virus, sehingga menghambat pembentukan virus baru
cth : indinavir, saquinavir, ritonavir, lopinavir












Penatalaksanaan Pasca Paparan :
 Resiko penularan HIV melalui paparan dari tusukan jarum maupun percikan cairan tubuh sangat kecil.

 Penatalaksanaan :

1. Pembersihan tempat tusukan /percikan dengan sabun atau desinfektan, dipijat untuk mengeluarkan darah di lokasi tusukan

2. Konseling pada petugas yg terpapar mengenai resiko, penggunaan ARV dan manfaat ARV serta efek samping

3. Berikan ARV dalam waktu 36 jam pertama dengan AZT/3-TC 2xsehari selama 4 minggu
4. Pemeriksaan anti HIV dilakukan pada saat terjadi paparan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan setelah paparan


Monitoring Kepatuhan :
 Menghitung jumlah obat yang tersisa
 Wawancara kepada pasien atau keluarganya :
- Berapa kali dalam sebulan pasien lupa minum obat
- Berapa kali dalam sehari minum obat
- Waktu minum obat tiap harinya

 Membuat kartu monitoring penggunaan obat
 Memberi perhatian kepada kelompok wanita hamil dalam program ART

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

detiknews - detiknews